Posted in Entertainment

I Need The Fourth Book of Touché!!

This teenlit made me fall at first sight. Karya Windhy Puspitadewi ini ringan, menarik, dan cocok banget buat para penggemar riddles!

Seperti yang bisa dilihat dari cover, saat ini ada tiga buku dengan urutan judul Touché, Touché Alchemist, and Touché Rosetta, ber-genre crime, mystery, fantasy, dan tak ketinggalan bumbu romance ala remaja. Meski membawa genre yang cukup berat, ceritanya tetap mudah diikuti. Sejujurnya, plot di tiap buku mirip, tapi tetep menarik karena karakter dan latar belakang ceritanya berbeda (there’s recurring characters too!).

I will review it per book~

Touché

Buku pertama dan dengan plot yang paling ringan. Berfokus pada keseharian 3 murid SMA bernama Riska, Indra, dan Dani yang mempunyai kemampuan lebih melalui sentuhan. Seperti judulnya, Touché, the supernatural power which the characters possess come from their touch. Sejak kedatangan guru baru bernama Yunus, mereka dipersatukan dan mulai mengenal tentang dunia Touché yang berujung pada pertaruhan nyawa mereka.

I’ll stop explaining the plot here cause I hate spoiler. Karena membawa genre crime, buku ini menceritakan sebuah kasus penculikan Pak Yunus dan ketiga tokoh yang berusaha keras menyelamatkan guru mereka tersebut. Walau aku bilang ini teringan, sejujurnya aku baru berhasil menebak pelakunya hampir di akhir cerita! And. It’s. A. PLOT. TWIST! Seketika merasa bodoh karena tidak sadar (padahal clue bertebaran😂). Seri ini juga yang romance-nya paling kentara.

Sebagai pembuka seri Touché, buku ini did a really good job explaining the world of Touché for the readers. A lil’ trivia: buku ini ada versi komiknya loh!

Touché Alchemist

Berharap buku ini melanjutkan kisah asmara karakter di buku pertama? Sayang sekali, dari Indonesia kini penulis membawa pembacanya untuk mengenal seorang karakter dari negeri paman Sam. Menceritakan seorang anak genius bernama Hiro yang kerap dimintai tolong polisi untuk membantu menyelesaikan kasus (dengan kepandaian+kemampuan lebihnya ofc).

Jika buku pertama membawa tema penculikan, buku ini menceritakan tentang kasus pengebomam berantai yang terjadi di New York. Surprisingly, aku berhasil menebak pelakunya dengan sangat cepat (walau tidak terlalu yakin karena aku tidak terbayang motifnya sama sekali). Berbicara tentang motif, aku sedikit kesal dengan motif pelaku karena terlalu “segitunya?”, tapi pelaku membuktikan kalau jalan pikiran manusia memang bisa sangat tidak masuk akal.

Ohiya, I said about recurring character right? Tokoh itu adalah Yunus King! Yunus bisa dibilang tokoh sentral dari seri Touché ini. Sayangnya, di buku kedua dia hanya cameo yang ‘numpang’ memberi bantuan tokoh utama dalam menyelamatkan perempuan yang ia sukai. Di sini, romance-nya mild dan baru benar terlihat di akhir buku. Plot wise: semakin menarik!

Touché Rosetta

Penulis kembali membawa pembacanya terbang ke negara yang terkenal akan dunia sihirnya, Inggris (Hello, Potterhead👋). Mari berkenalan dengan Edward yang materialistis. Ketika dua buku sebelumnya menceritakan para tokoh yang sebisa mungkin menyembunyikan kemampuan mereka, lain halnya dengan Edward yang tak sengaja ‘pamer’ dan berujung mengkomersilkan kemampuannya kepada seorang profesor di British Museum.

Buku ketiga ini favoritku! Ketika baca buku ini langsung teringat gaya cerita Rick Riordan yang menyelipkan cerita fiksi pada sejarah dunia. I love how the writer put some stories into world’s influential people! Sebenarnya dari buku pertama pun penulis sudah mention hal ini, seperti Casanova merupakan kaum Touché, tapi di buku ini semakin kentara karena kasus yang diangkat adalah pembunuhan berantai kaum Touché. Pembunuh mengincar buku berisi rahasia keberadaan kaum Touché yang ternyata sudah ada lama sekali. Ah, let’s stop here before I spilling too much.

Bagaimana semakin menegangkan dan menarik kan? Di buku ini Yunus kembali berperan aktif dalam jalan cerita, beberapa karakter dari buku kedua juga muncul di bagian akhir cerita (tentu ada Hiro!). Sayangnya, aku merasa romance di buku ini kurang natural dan terburu-buru. Namun, plot twist-nya sangat WAH. Tokoh yang dari awal aku ragukan malah tidak banyak diceritakan oleh penulis, sedang pelakunya benar-benar bikin lempar buku 🙂

Overall

Sejujurnya saat selesai baca buku pertama, I’m impressed but not so into it. Hanya merasa seri ini punya plot menarik dan beda dari yang lain. Fortunately, aku langsung beli ketiga bukunya dan buku kedua really really hooked me up into reading the third one asap. Mau tau bagian paling menyenangkan sekaligus menyebalkan dari seri Touché ini? You will find a “To Be Continue” at the last page! People speculate ini proyek buku 3 tahunan (2011-2014-2017) dan harusnya tahun ini buku keempat terbit. BUT! There’s no news about it yet😭

I do really hope the writer could finish the fourth book and publish it this year, especially after you give me a HUGE TWIST AND CLIFFHANGER ENDING! I really recommend this book for you to kill boredom in this quarantine moment.

Unknown's avatar

Author:

Seseorang yang menyukai terlalu banyak hal dan mudah sekali penasaran akan hal-hal asing/baru di matanya.

Leave a comment