Belom basi kan ya kalau aku mau sedikit review film ini? hehe. Aku bukan expert, jadi review ini murni dari pengalaman selama menikmati film Parasite 😉
Sejujurnya film ini ga aku tonton di bioskop karena kelewat timing (sidang things really wear me out to even going to cinema). Karena itu juga, banyak review yang aku denger tentang film ini dan sebagian besar orang bilang bahwa film ini “mindblowing” and “unpredictable“. I really loves that kind of movie so it put my hope’s high.
Memang ya dalam setiap hal itu lebih baik kalau tidak berekspektasi apapun daripada berujung ke kekecewaan. I really really waiting for the mindblowing part, and it doesn’t come (for me, at least).Scene yang unpredictable emang ada. Tapi kalau benar-benar menyimak filmnya, the writer put some easter eggs which will explaining those scenes, later ofc. Jadi ya, tidak seunpredictable itu kalau kamu sangat fokus nontonnya.
Beside the mindblowing and unpredictable things, aku suka sama plot dan pembawaan alurnya. Plot tentang kesenjangan hidup dan con artist cukup umum di perfilman Korea but this film was freshly developed. Sejauh ini aku belum menemukan film yang mirip ataupun yang bergenre tragicomedy (please tell me if you know!).
Untuk kemampuan akting para aktor ga perlu ditanya deh, sebagian besar merupakan aktor yang bisa dibilang cukup veteran (dengan sederet list drama, film, serta award).
I enjoyed watching this, love it actually. Penulis ga menyisakan plot hole yang kentara buat aku kritik. Semua pertanyaan yang muncul, terjawab di akhir film, kecuali satu hal yang aku benar-benar ingin tau. “Bagaimana cara Jessica mengajar Dasong jadi penurut?” Sayang aja ga ditampilin sekali pun.
Lalu, yang membuat sulit dari film seperti ini adalah kita menjadi simpati terhadap Kiwoo dan keluarganya (yang jelas-jelas bersalah), but that’s a movie for you. Kalau benar terjadi di dunia nyata, belum tentu kita akan bersimpati juga haha.
Bulan Juni yang lalu, aku berkesempatan untuk mendapatkan socobox dari Sociolla /yippee/. Produk yang aku dapat saat itu berasal dari brand kecintaan banyak orang yaitu Garnier! But, sebagai ganti mendapat freebies tersebut, aku harus menulis review produk tersebut di website mereka and it’s not a big deal for me cause I luv writing review ♡
Apakah produknya sesuai klaim yang tertulis di web Garnier? Langsung aja yuk bahas!
Garnier Sakura White Pinkish Radiance Essence Lotion
Claim : Melembapkan kulit seketika untuk kulit terasa halus dan kenyal. Teksturnya yang transparan dan cair mudah menyerap, diperkaya dengan Ekstrak Sakura dari Jepang, Hyaluronic Acid, Vitamin B3 & CG.
Walaupun namanya essence, aku pakai ini sebagai toner cause texture-wise it looks like a gel but ketika diapply langsung jadi air. Salah satu toner yang aku rasa ada khasiatnya on my skin. Selama ini pakai toner karena merasa harus pakai aja tanpa merasa ada efek apapun selain lembab saat diapply. Tapi toner ini efek lembabnya stay cukup lama, bahkan after I used clay mask which drying my skin, this toner makes my skin feel so moist and plump again♡. So, I agree with the claims!
2. Garnier Sakura White Pinkish Radiance Ultimate Serum
Claim : Diperkaya dengan Ekstrak Sakura dan 5,000 kapsul pencerah, formula serum ini bekerja cepat meningkatkan 5 dimensi kulitmu: tampak putih merona, lebih bening, terasa halus, warna kulit merata, elastis dan lembut.
SUKA. BANGET. SAMA. SERUM. INI. Awalnya sempet ragu buat nyobain serum karena takut ga cocok, but turns out I love it so much♡. Efeknya mirip-mirip kalau pakai essencenya Benton yang snail itu. Setelah pemakaian rutin, yang paling keliatan adalah serum ini blurring pores and makes skin feels so smooth!
Make up aku yang biasanya keliatan agak dempul pun jadi terlihat lebih skin-like karena kulit aku lebih alus sekarang. Untuk klaim ‘tampak putih merona dan lebih bening’ belum terlihat di aku, selain itu semuanya sesuai namun secara bertahap dan perlahan.
3. Garnier Sakura White Whitening Serum Cream SPF21/PA+++
Claim : Diperkaya dengan ekstrak alami 5X Sakura Jepang, vitamin pencerah dan SPF21/PA+++ untuk perlindungan dari sinar matahari. Formulanya yang ringan dan cepat menyerap cocok untuk semua jenis kulit.
Walaupun kulit aku termasuk kulit badak yang jarang ga cocok sama produk, tapi entah kenapa kalau menyangkut pelembab, kulit aku super sensitive and picky. Dari sekian jenis pelembab yang udah aku cobain, hanya pelembab dari Innisfree (my holy grail) dan rice brain oil dari Haple yang ga menyebabkan breakout😢.
Cream ini sama sekali ga melembabkan di aku (padahal ini untuk dry to normal skin), rasanya saat diapply tuh keset, sekeset-kesetnya jemuran kering. Finishnya juga agak greasy dan karena creamnya thick, rasanya jadi berat aja di muka. Belakangan ini aku lagi coba iseng pakai di siku lengan-kaki aku yang agak gelap dan mau liat hasilnya seperti apa nanti.
~Kesimpulan~
Overall aku suka sama series Garnier ini (terutama serumnya!). It is a steal for me for changing from Benton to Garnier with same result, cheaper price, and easily found in any drugstore haha. Ohya, aku ga tau wangi Sakura seperti apa but ini wanginya enak banget!
Sejauh ini aku belum menemukan minus selain creamnya yang keset itu. Untuk kalian yang mau coba, aku rekomendasiin untuk coba tonernya dulu yang ringan tapi super bikin lembab!
addition: udah sekitar 3 bulan lebih aku pakai produk ini, toner hanya di pagi hari dan serum hanya di malam hari namun claim mencerahkan kulitnya is true! Recently, aku baru sadar kalau kulit aku lebih cerah dan ga gampang kusam♡
Once again, thank you sociolla for giving me an opportunity to try this series for free!
Alo~ perkenalkan aku Indah, seorang perempuan yang sedang punya banyak waktu luang setelah dikeluarkan secara terhormat dari kampus dengan cinderamata bernama ijazah hehe
Setelah pindah-pindah platform dari blogger ke tumblr yang akhirnya sama-sama berujung tidak aktif 😢 aku membulatkan tekad untuk rajin menulis lagi di platform baru ini!
Basically, isi blog ini akan sangat random tergantung isi hatiku. Bisa jadi tentang curahan hati, travelling, beauties, film, anything!